Inovasi Teknologi Dorong Ketahanan Pangan Petani

Rapat koordinasi dewan ketahanan pangan Kabupaten Cilacap 2019, (foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap Tahun 2019, diadakan di ruang Jalabumi Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap pada hari kamis (7/11/2019).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Umum Sekda Cilacap Uong Suparno, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, anggota Dewan Ketahanan Kabupaten Cilacap, perwakilan OPD dan Camat jajaran Pemkab Cilacap.

Tujuan dari rapat tersebut adalah untuk membahas mengenai peran pentingnya teknologi dalam mendorong sektor pertanian yang ada di Kabupaten Cilacap.

“Kita sudah harus mendorong penerapan teknologi pada sektor pertanian, hal ini perlu dilakukan agar pembangunan sektor pertanian dapat berjalan selaras dengan era revolusi industri 4.0 yang tengah berlangsung,” ujar Syamsul Auliya Rachman selaku Wakil Bupati Cilacap dalam pidato pembukaan acara.

Penerapan teknologi pertanian sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Sejumlah upaya yang dapat dilakukan yakni dengan menyosialisasikan mekanisasi pertanian agar proses produksi lebih efektif dan efisien, dalam hal ini peran penyuluh sangat diperlukan.

Diakui, berbagai kendala masih mengintai pembangunan pertanian di Kabupaten Cilacap. Antara lain kapasitas sumber daya manusia, kondisi lahan pertanian, dan teknologi yang belum sepenuhnya diterima masyarakat. Pola pikir masyarakat agraris di Indonesia, saat ini juga perlu diubah.

Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Dan Hubungannya Dengan Ketahanan Pangan

Petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian berperan sangat penting dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian, mengingat bahwa petani sebagai pelaku utama pertanian. Inovasi teknologi pertanian tidak akan ada manfaatnya, jika petani tersebut tidak menggunakannya.

Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mengingat bahwa peningkatan produksi melalui perluasan lahan (ekstensifikasi) sulit diterapkan di Indonesia, di tengah-tengah konversi lahan pertanian produktif ke non pertanian semakin meluas.(Anna Fatchiya; Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dan Hubungannya dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani)

Penerapan inovasi ini diharapkan mampu untuk membawa perubahan ke arah yangg lebih baik dan mampu untuk menguranngi tingkat ketergantungan para petani terhadap kondisi alam, sehingga nantinya para petani lebih tangguh dalam tingkat ketahanan pangan.

Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha para petani, sehingga hal tersebut berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga petani.

 

Add Comment