Melestarikan Kebudayaan Indonesia Melalui Kesenian Tradisional Berbasis Multimedia

Peserta pelatihan kerajinan wayang kulit (Foto: Pemkab Purbalingga)

Rembang, Purbalingga – Kegiatan Pelatihan kerajinan wayang suket yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Purbalingga dalam rangka melestarikan kebudayaan daerah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 orang peserta.

Nestri Liana anak berumur 18 tahun dari Purbalingga yang memiliki kemampuan menyusun tokoh pewayangan melalui media rumput kering. Dia menyusun tokoh wayang dengan sangat teliti dan rapih. Rautan bilah bambu yang menjepit tubuh wayang dan menjuntai di ujung kedua tanganya menyempurnakan sebuah wayang suket buatannya.

“Awalnya susah, tetapi akhirnya bisa juga meskipun belum terlalu rapih,” ujar Nestri yang baru lulus dari SMK saat ditemui disela pelatihan di rumah Badriyanto, Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Purbalingga Rabu (30/10/2019).

Nestri adalah salah satu peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan wayang suket. Ia berlatih bersama 11 orang lainnya yang mengikuti kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam ranga melestarikan kerajinan langka tersebut.

Badriyanto, adalah seorang perajin wayag suket yang masih tersisa yang mewarisi keahlian tersebut dari kakenya. Beliau dijadikan sebagai intruktur dalam kegiatan pelatihan tersebut.

“Saya sanngat senang menjadi instruktur dalam kegiatan ini, selama ini saya kesulitan untuk menemukan orang yang mau membuat wayang suket seperti ini, dengan adanya pelatihan ini saya optimis kerajinan wayang suket akan lestari dan berkembang”, Ujar Badriyanto.

Lestarikan Kebudayaan Indonesia Melalui Kesenian Tradisional Berbasis Multimedia

Kebudayaan merupakan  kekayaan bangsa yang perlu diperhatikan dan ditangani secara serius, terutama dalam memasuki otonommi daerah dan era globalisasi. Pentingnya keberadaan budaya daerah, karena dalam kenyataanya kebudayan darah ini memiliki andil yang sangat besar begi pembentuan budaya bangsa, oleh sebab itu budaya daerah ini harus tetap dijaga ke aslian dan ke khasannya agar tetap eksis di era globalisasi ini. (Putra Manuaba: Budaya daerah dan Jati Diri Bangsa).

Melestarikan kebudayan bangsa adalah profesi yang sangat jarang diminnati sekarang ini, dikarenakan oleh begitu pesatnya perkemmbangan teknologi dan informasi. Kebanyakann masyrakat menganggap bahwa kebudayaan-kebudayaan daerah itu sudah terlalu tua dan tidak modern, sehingga sudah sangat jarang dicari di era sekarang ini. (Burhan Nurdiyantoro : Wayang dan Pengembangan Karakter Bangsa)

Faktanya adalah kebudayaan setiap daerah yang ada di Indonesia menjadi ciri dan warna tersendiri bagi tiap-tiap daerah tersebut. Kebudayaan tersebut memberikan warna dan nuansa yang beragam dan banyak warna untuk keberagaman Indonesia itu sendiri, menjadikan Indonesia semakin berwarna.

Fenomena ini seharusnya tidak hilang dan lekang oleh perkembangan zaman, bagaimanapun budaya adalah ciri khas bangsa yang harus tetap dilestarikan walaupun zaman sudah berkembang begitu modern.

Media sosial harus dijadikan sebagai ujung tombak untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia ini. Melihat begitu besarnya antusias masyarakat indonesia dalam bermain media sosial maka akan sangat baik dan tepat sasaran jika penggunaan media sosial dijadikan sebagai tempat promosi dan berbagi mengenai kebudayaan-kebudayaan Indoneisa. Pemanfaatan teknologi dan komunikasi harus dioptimalkan dalam hal ini, mulai dari youtube, intagram, facebook dan sebagianya. Situs-situs online tersebutlah yang sekarang ini banyak menarik minat dan hampir sebagian besar masyarkat indonesia menaruh perhatian pada konten-konten yang ada di situs tersebut.

Add Comment