Donor Darah 25 Kali, 364 Orang Terima Penghargaan

364 pendonor darah di Kabupaten Banyumas mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Selasa (26/9/2017). Penyerahan penghargaan secara s‎imbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono. (Sumber: Pemkab Banyumas).

Purwokerto, BANYUMASDAILY.COM **Sebanyak 364 pendonor darah di Kabupaten Banyumas mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Selasa (26/9). Penghargaan diberikan karena mereka telah mendonorkan darahnya secara sukarela sebanyak 25 kali.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan secara s‎imbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono‎, kepada tiga orang perwakilan penerima penghargaan di Pendopo Sipanji Purwokerto, Selasa.

Ketua PMI Kabupaten Banyumas, Dibyo Yuwono, mengatakan penghargaan itu sebagai wujud apresiasi PMI kepada para pendonor. Pemberian penghargaan tersebut juga menjadi rangkaian dari perayaan ulang tahun ke-72 PMI.

“Penghargaan itu diharapkan bisa memacu masyarakat lain untuk lebih giat mendonorkan darahnya. Kemudian bagi pendonor darah 25 kali ini, diharapkan bisa donor sampai 50, 75 bahkan 100 kali,” kata Dibyo seperti dikutip laman Pemkab Banyumas.

Menurut Dibyo sumbangan darah yang didonorkan masyarakat Banyumas bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Banyumas saja. Sebab selama ini darah dari pendonor Banyumas juga digunakan masyarakat sekitar Kabupaten Banyumas. Dibyo mengatakan pendonor di Banyumas saat ini sebanyak 69.955 orang. Jumlah tersebut menurutnya merupakan yang terbesar di Jawa Tengah.

“Pada Oktober nanti pendonor yang akan menerima penghargaan dari Gubernur bagi pendonor 50 dan 75 kali sebanyak 203 tiga pendonor. Jumlah itu tertinggi di Jawa Tengah, diikuti urutan kedua Kota Semarang sebanyak 104 Pendonor,” kata Dibyo.

Bupati Banyumas, Achmad Husein juga mengapresiasi niat baik para pendonor darah tersebut. Melalui sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono‎, dirinya sangat bangga kepada para sukarelawan kemanusiaan yang telah mendonorkan darahnya hingga 25 kali.

Keberadaan para pendonor darah sukarela dinilai mampu menurunkan angka kematian ibu. Sebab setiap ibu hamil diharuskan menyediakan 4 kantung darah untuk persiapan persalinan. Setelah tersedianya darah, maka angka kematian ibu saat persalinan dapat ditekan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para donor darah sukarela, yang telah menyumbangkan darah dengan ikhlas tanpa pamrih kepada sesama. Darah yang telah pendonor berikan, mempunyai manfaat yang tak ternilai karena telah dapat menyelamatkan jiwa manusia,” kata dia seperti dikutip situs tersebut.

Salah satu pendonor penerima penghargaan, Arif Awaludin, mengatakan kebiasaan donor harus diteruskan bahkan diwariskan kepada generasi penerus. Sebab kegiatan donor darah sangat bermanfaat bagi sesama.