Pramuka Peduli Imunisasi

Pramuka Peduli Kwarran Karanglewas hadir ke pondok Pesantren Salawi Al Farukh Desa Karanglewas Kidul Kecamatan Karanglewas, Sabtu (23/9) untuk memberi sosiaslisasi kepada para santri mengenai imunisasi MR. (Sumber: Pemkab Banyumas).

Karanglawas, BANYUMASDAILY.COM ** Banyak santri yang belum mendapatkan imunisasi measles dan rubella (MR), Pramuka Peduli Kwarran Karanglawas datangi Pondok Pesantren Salawi Al Farukh Desa Karanglewas Kidul Kecamatan Karanglewas. Kedatangan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut optimalisasi cakupan imunisasi MR.

Seperti diberikan situs Pemkab Banyumas, Pramuka Peduli Kwarran Karanglewas hadir ke pondok tersebut, Sabtu (23/9) untuk memberi sosiaslisasi kepada para santri. Kedatangan Tim Pramuli bersama petugas medis dari Puskesmas Karanglewas, diterima oleh salah satu Pengasuh Pondok Ustdz Yusuf.

Setelah menyisir anak yang belum Imunisasi Tim dari Puskesmas Karanglewas yang terdiri 6 orang dipimpin oleh Bidan Dewi Oktaviani didampingi Perawat Dedy sementara 3 anggota pramuli memberi pengertian dan motivasi agar anak mau diimunisasi.

Menurut Uztadz Yusuf kendala yang dihadapi adalah ketakuan anak-anak serta kurangnya pengertian orang tua terhadap pentingnya imunisasi MR.

“Ada anak yang takut dan ada juga keberatan orang tua santri anaknya diimunisasi. Beberapa wali murid yang membuat Surat Pernyataan minta ijin anaknya tidak ikut Imunisasi, dengan resiko ditanggung sendiri,” paparnya seperti dikutip laman Pemkab Banyumas.

Di Pondok Al Farukh terdapat 265 santri/siswa yang terbagi kedalam beberapa jenjang pendidikan. Meski demikian tidak semua santri belum diimunisasi, banyak pula yang sudah mendapatkan suntika MR.

“Mereka tersebar dijenjang pendidikan PAUD, TK , SD , SMP hingga SMA. Untuk tingkat PAUD, TK dan SD sudah ikut imunisasi di Pos Yandu dan Puskesmas sebanyak 157 anak. Sehingga masih tersisa 108 siswa yang belum imunisasi,” kata Ustadz Yusuf.

Untuk mengatasi anak yang takut disuntik, Sujiono, Pramuli Karanglewas mengatakan pihakya bersama tim kesehatan terus berupaya melakukan pendekatan pertemanan, permainan dan pembinaan ala pramuka, agar imunisasi cegah campak dan rubella ini bisa dilakukan pada seluruh anak dipondok.

Pada kesempatan itu kegiatan imunisasi terbilang berhasil. “Pada kegiatan ini 40 anak behasil diimunisasi terdiri dari 21 siswa putra dan 19 siswa putri,” terang Sujiono.

Walaupun masih cukup banyak anak yang belum diimunisasi tetapi Sujiono yakin pihaknya bersama Tim yang lain akan terus berupaya memenuhi target 95 % cakupan imunisasi.