Bupati Banyumas Menjadi Bupati Pertama Akseptor Keluarga Berencana Metode Operasi Pria

Bupati Banyumas Achmad Husein sedang mengikuti Program Keluarga Berencana Metode Operasi Pria atau lebih dikenal dnegan sebutan KB MOP. (Sumber Web Pemkab Banyumas)

Banyumas, BANYUMASDAILY.COM ** Sensus penduduk yang dilaksanakan pemerintah pusat pada tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai angka 250 juta jiwa.

Demi mengontrol dan memberikan edukasi kepada warganya, Bupati Banyumas, Achmad Husein memberanikan diri untuk menjadi akseptor keluarga berencana (KB) menggunakan kontrasepsi mantap pada pria atau metode operasi pria (MOP).

Sebelum mengikuti layanan KB MOP, Bupati mengatakan harus ada kesetaraan antara pria dan wanita dalam pelaksanaan program KB sehingga dia memutuskan untuk ikut sebagai akseptor KB MOP.

“Jangan banya wanita saja yang wajib mengikuti KB, tetapi laki-laki juga harus ikut KB,” ungkap Achmad.

Selain itu keikutsertaannya menjadi akseptor KB MOP atau yang dikenal dengan sebutan vasektomi juga dilatarbelakangi oleh salah satu tugas bupati untuk ikut mengampanyekan program KB.

Dengan menjadi akseptor KB MOP menurutnya akan semakin mudah ketika mengajak masyarakat untuk mengikuti program KB, baik menggunakan MOP ataupun (metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi, maupun alat kontrasepsi lainnya.

“Kalau saya ber-KB ketika memromosikan `ayo ikut MOP` akan lebih mantap,” tegas Achmad.

Langkah berani ini juga diikuti oleh 15 pria lain di Banyumas yang melakukan kegiatan yang sama beberapa di antaranya pejabat publik antara lain Kepala Bidang Pengendalian Pendukukan Banyumas, beberapa Kepala Desa, dan Kepala Dusun.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Wagino mengatakan pihaknya memberi apresiasi kepada Bupati Banyumas, karena secara nasional, Achmad Husein merupakan bupati pertama yang menjadi akseptor KB MOP.

“Selama saya bertugas di berbagai tempat, belum pernah ada bupati yang mau menjadi akseptor KB MOP,” jelas Wagino dinukil dari web Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Wagino mengaku optimistis keikutsertaan Bupati Banyumas menjadi akseptor KB MOP berpengaruh positif dan memberi dampak yang sangat besar terhadap masyarakat. Lebih lanjut, ia mengatakan MOP aman bagi akseptor KB karena tidak perlu repot mencari alat kontrasepsi lainnya seperti pil, suntik, atau kondom. Serta cukup sekali dilaksanakan oleh akseptor dan berfungsi seumur hidup.