Akademisi UMP: Teknologi Informasi Semakin Canggih, Peluang Kembangkan Kewirausahaan

Akademisi FEB UMP Purwokerto, Amir. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kembaran, BANYUMASDAILY.COM ** Semakin canggihnya teknologi informasi, semakin membuka peluang pengembangan kewirausahaan. Hal tersebut disampaikan akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Amir, Senin (2/1/2017), di kantornya.

“Kemajuan teknologi informasi tidak ada yang bisa membendung. Ia seperti mata pisau yang (memiliki) dua sisi tajam, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP kelahiran Situbondo itu.

Menurutnya, dalam dunia bisnis, kemajuan teknologi informasi mempermudah semua orang untukmelalukan transaksi bisnis, di manapun lokasinya, selama 24 jam sehari.

“Seperti trading saham atau Forex. Kita bisa transaksi di mana pun dan kapan pun. Tidak perlu kantor permanen. Kantornya di dunia maya. Simpel, praktis, dan efisien. Bisa dilakukan siapa pun. Dan ini jadi peluang bisnis yang cukup menggiurkan,” terang Amir.

Ia menambahkan, teknologi informasi dapat menjual apa pun, dari hal sepele, juga dari hal yang buruk sampai hal yang baik.

“Bahkan jual diri sekalipun. Maksudnya, seperti (yang dilakukan) teman-teman motivator atau trainer,” ucapnya.

Teknologi informasi dimanfaatkan Amir untuk mencetak lulusan UMP Purwokerto yang mampu berwirausaha. Salah satunya, menerapkan kurikulum kewirausahaan selama 6 semester.

“Dari mulai masuk semester 1 sampai semester 6, mahasiswa kita bekali bisnis praktis, cari duit, melatih mental. Mudah-mudahan setelah lulus mereka bisa membuka peluang kerja bagi yang lain. Dan alhamdulillah, beberapa alumnus sudah punya bisnis sendiri. Senang dan bangga melihat mereka punya bisnis sendiri,” tandas Master Akuntansi lulusan UGM Yogyakarta tersebut.

Amir menambahkan, di Indonesia, kurikulum kewirausahaan selama 6 semester hanya dilakukan dua perguruan tinggi swasta, Universitas Ciputra Surabaya dan UMP Purwokerto.

“(Sementara) perguruan tinggi negeri belum ada yang 6 semester,” tuturnya.

Kewirausahaan dan Religiusitas

Lebih lanjut, Amir menekankan pentingnya religiusitas untuk melandasi setiap aktivitas kewirausahaan.

“Saya berharap dapat bisa lebih banyak waktu untuk mengaji dan mengkaji Al-Quran dan Sunah Nabi SAW. Karena, itulah warisan Nabi dan yang bisa menuntun umat manusiam dunia akhirat,” jelas Amir, seraya mengutip Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 2, Inilah kitab (Al-Quran) yang di dalamnya tidak ada keraguannya. Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Ia menyampaikan cita-cotanya yang hingga kini belum terwujud, yakni mendirikan pondon pesantren tahfidz bagi anak-anak yatim piatu.

“Ya ngaji, ngaji, dan terus ngaji Quran sampai akhir hayat,” pungkasnya.

Di sela-sela kegiatan-kegiatan yang dilakukan Amir, beruntung, ia masih sempat mengajari anak-anak di desanya untuk mengaji.

Ia termasuk akademisi yang concern pada pengembangan potensi daerah. Beberapa studi telah ia kerjakan dan menjadi rekomendasi penting, sebagai berikut.

Pertama, Model Pemberdayaan Masyarakat Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan Menumbuhkembangkan UKM sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Banyumas.

Kedua, Studi Potensi Industri Kecil di Sekitar Kawasan hutan dalam rangka Pemberdayaan Pengusaha Kecil di Kabupaten Banyumas.

Ketiga, Studi Potensi Industri Kecil di Desa Tertinggal dalam rangka Pemberdayaan Pengusaha kecil di Kabupaten Banyumas.

Keempat, Perluasan, Intensifikasi, dan Diversifikasi Potensi Wisata Menuju Terbentuknya Desa Wisata Gilar-gilar di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.

Kelima, Intensifikasi dan Diversifikasi Potensi Masyarakat pada Daerah Wisata Baturraden untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Banyumas.