Pilbup Cilacap 2017, Pengundian Nomor Urut 3 Pasangan Calon Telah Ditetapkan

Pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cilacap 2017. (Foto: KPUD Cilacap)
Pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cilacap 2017. (Foto: KPUD Cilacap)

Cilacap Tengah, BANYUMAS DAILY ** Selasa (25/10/2016), bertempat di Gedung Graha Pemuda Bercahaya Cilacap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cilacap telah melakukan pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cilacap 2017.

Paslon Taufik Nurhidayat-Faiqoh Subky mendapatkan nomor urut 1, disusul Tatto Suwarto Pamuji-Syamsul Aulia Rachman dengan nomor urut 2, dan Fran Lukman-Bambang Sutanto pada nomor urut 3.

Sebelumnya, pada Senin (24/10/2016) kemarin, KPUD Cilacap mengumumkan penetapan pasangan calon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap 2017. Ketiganya ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan KPU Cilacap Nomor 40/kpts/KPUKab 012329382/2016 tentang penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2017.

Tiga paslon yang ditetapkan diusung dari partai politik. Pasangan Tatto Suwarto Pamuji-Syamsul Aulia Rachman diusung Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), PKB, dan Partai Demokrat. Taufik Nurhidayat-Faiqoh Subky diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan PPP. Fran Lukman-Bambang Sutanto diusung oleh Partai Gerindra dan PKS.

Pengumuman hasil penetapan KPUD Cilacap digelar di Aula KPUD Cilacap, dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Partai pengusung, serta tim kampanye.

“Ketiga bakal pasangan calon sudah ditetapkan menjadi pasangan calon, ketiganya memenuhi syarat calon dan persyaratan pencalonan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap 2017,” kata Ketua KPU Cilacap, Sigit Kwartianto.

Dalam penetapan paslon ini, hanya pasangan Taufik Nurhidayat dan Faiqoh Subky yang hadir dalam tahapan penetapan kampanye. Sedangkan dua pasangan lainnya Tatto Suwarto Panuji-Syamsul Aulia Rachman serta Fran Lukman-Bambang Sutanto absen.

Pasangan calon, kata Sigit, tidak diwajibkan untuk datang pada pengumuman hasil penetapan pasangan calon. Akan tetapi, mereka wajib hadir dalam pengundian nomor urut.

“Ketentuan tempat tidak harus di KPU, tetapi paslon harus hadir, tim kampanye, tim penghubung, partai pengusul, termasuk silon harus hadir,” ujarnya.

Cuti dari Petahana

Setelah dilakukan penetapan, calon-calon yang berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus segera menyerahkan surat pengunduran diri, serta pelaksanaan cuti dari petahana, paling lambat lima hari setelah ditetapkan.

Komisioner KPUD Cilacap, Handi Tri Ujiono, menuturkan, untuk DPRD, surat yang diserahkan ke KPUD Cilacap adalah pengajuan pengunduran diri, tanda terima dari pejabat berwenang, dan surat keterangan bahwa pengunduran diri sedang diproses pejabat berwenang.

Hal tersebut sama halnya dengan calon yang datang dari PNS yang harus menyerahkan surat pengunduran diri paling lama lima hari setelah penetapan calon. Surat keputusan (SK) pengunduran diri dari pejabat yang berwenang ini akan ditunggu dalam waktu 60 hari.

“Calon yang tidak melakukan pemberhentian maka dinyatakan tidak memenuhi syarat dan dicopot dari pencalonan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Cilacap, Warsid, meminta semua pasangan calon dan tim kampanye agar memahami aturan yang diberlakukan dalam kampanye, sehingga tidak ada calon yang melanggar dan mengakibatkan pembatalan calon.