Nanang Anggoro, Wirausaha Peka Zaman yang Mencintai Cilacap

Nanang Anggoro. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Nanang Anggoro. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rawalo, BANYUMAS DAILY ** Zaman telah berubah. Berbisnis kini sangat berkebutuhan pada internet dan teknologi informasi. Nanang Anggoro, seorang wirausaha asal Cilacap, bertutur tentang usahanya yang sungguh terbantu dengan adanya marketing online. Ia juga serukan semangat kepemudaan untuk membangun daerah sendiri.

“Dunia internet dan online sangat luar biasa penting untuk kepentingan bisnis saya. Zamannya memang sudah internet. Karena dengan internet, dunia dalam genggaman, dengan biaya murah,” ujar Nanang, di rumahnya, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Cilacap, Selasa (18/10/2016).

Awalnya, pendidikan resmi Nanang, bahkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pun tak lulus. Ia tidak bisa mengoperasikan komputer. Meski demikian, ia tak sungkan belajar. Karena, ia paham, tanpa terus belajar, ia akan kesulitan bertahan hidup.

“Saya ini SMPTT (Sekolah Menengah Pertama Tidak Tamat), terus ikut ujian Paket B dan Paket C. Sekarang, saya sedang mengambil kuliah di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Wijayakusuma Purwokerto (Unwiku) Semester 3,” ucapnya.

Bisnis Nanang terbilang banyak untuk skala daerah. Ada brand Iztana Zawiyah yang bergerak di retail kelontong dengan jumlah karyawan, 10 orang. Ia terjun pula di sektor pertambangan dengan jumlah karyawan kurang lebih 10 orang. Selanjutnya, PT Master Gembel Elite sebagai fashion developer dan smartphone dengan jumlah karyawan 10 orang.

“Beberapa bisnis saya rintis door to door,” kenang Nanang.

Penyuka trail adventure hutan, traveling ke semua negara di dunia, dan touring motor gede itu, tak lupa pada aktivitas sosial. Misalnya, tiap bulan, Nanang menyantuni anak yatim piatu dan jompo sekira 60 orang. Luar biasa, bukan?

Pemuda Harus Terus Bergerak

Pada kesempatan itu, Nanang bersaran pada pemuda, khususnya Cilacap, agar tetap bergerak, apa pun risikonya.

“Jangan berharap pada negara, tapi jadilah pemuda yang diharapkan negara. Jangan pernah merasa dari mana dan apa latar belakangmu. Pokoknya, maju dan terus belajar meningkatkan diri dengan bergaul dan bersilaturahmi dengann org-orang yang lebih hebat,” tandasnya.

Nanang lahir di Cilacap, dan berdomisili di Rawalo. Ia berbahagia bersama istri tercintanya, Intan fajar Anggraeni, serta anak terkasihnya, Abdeelah Hanifa.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Nanang sempat mengungkapkan cita-citanya yang belum tercapai, yakni mejadi Dasayaris Sejati, semacam memiliki satuan mata uang tertinggi.

Semoga perbincangan yang singkat tersebut dapat menginspirasi banyak kaum muda Banyumas, terutama Cilacap, untuk semakin bekerja keras bagi kemajuan daerahnya. Kontribusi dapat diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk doa yang terus-menerus.