Banjir Sidareja, Posko MDMC Cilacap: Warga Butuh Suplai Air Bersih Memadai

PDM Cilacap mengunjungi korban banjir Sidareja. (Foto: PCM Wanareja)
PDM Cilacap mengunjungi korban banjir Sidareja. (Foto: PCM Wanareja)

Sidareja, BANYUMAS DAILY ** Bencana banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap belum juga surut. Warga membutuhkan suplai air bersih yang memadai. Air mineral juga sangat diperlukan, mengingat suplai air bersih yang masih kurang.

“Air mineral sangat dibutuhkan, bahkan Kepala Bidang TD dan Logistik BPBD meminta support untuk 3 bulan, karena air bersih di lokasi banjir jelas minim,” ujar Komandan Posko Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Sarianto, semalam, Jumat (14/10/2016), di Posko-nya, Jalan Jenderal Sudirman 218, Cilacap.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penyisiran dengan mengecek lokasi rumah yang terdampak angin ribut di belakang BRI Sidareja. Relawan juga menyisir 3 lokasi pos pengungsian, yakni Pos Pengungsi Koramil, Pos Pengungsi Pendopo Kecamatan Sidareja, dan Pos Pengungsi Balai Desa Sidareja.

“Ada 18 KK dan 75 jumlah jiwa di Pos Pengungsi Koramil. Pada Pos Pengungsi Pendopo Kecamatan Sidareja, jumlah KK belum diketahui, sementara jumlah jiwanya 56 orang. Pos Pengungsi Balai Desa Sidareja mengurus 19 KK dengan jumlah jiwa, 64 orang,” terangnya.

Berdasarkan penyisiran, MDMC menemukan berbagai problem kesehatan dan psiko-sosial. Relawan menjumpai balita berusia 5 bulan yang menderita sakit panas di Pos Pengungsi Balai Desa Sidareja. Selain itu, warga mulai dijangkiti gatal-gatal dan sakit kepala.

“Lansia di Pos Pengungsian Kecamatan dan Pos Pengungsian Balai Desa mulai terkena diare,” kata Sarianto.

Pada Pos Pengungsian Balai Desa Sidareja, anak-anak sudah 4 hari tidak masuk sekolah. Para ibu mulai resah dengan hal tersebut.

Sarianto menuturkan, hasil penarikan infak dan donasi Peduli Bencana Sidareja SMP Muhammadiyah 1 Cilacap kemarin, sejumlah Rp1.860.700. Pengumpulan donasi masih akan dilaksanakan hingga hari ini, Sabtu (15/10/2016).

“Jadi. Kirimkan apa saja untuk membantu korban banjir, baik dalam bentuk logistik maupun tenaga. Biar kami nanti yang mengolahnya,” pungkas Komandan Posko MDMC.

Sistem Komando Tanggap Darurat

Sebelumnya, Rabu (12/10/2016), di SMP Muhammadiyah Sidareja, MDMC Cilacap mengadakan Rapat Koordinasi Pembentukan Sistem Komando Tanggap Darurat (SKTD). Rapat diikuti 20 peserta dari MDMC Cabang Sidareja, Wanareja, dan Gandrungmangu.

“Salah satu amanat pembentukan MDMC adalah untuk melakukan kegiatan tanggap darurat bencana dengan area operasi di wilayah Indonesia. MDMC berkewajiban mengerahkan berbagai sumberdaya Muhammadiyah, seperti jaringan kader, rumah sakit, perguruan tinggi, dan sekolah,” tutur Wakil Ketua MDMC Cilacap, Muklis.

Pada kesempatan itu, Kepala BMT Surya Utama Majenang, Musliman, memberikan dukungan pinjaman 1 unit perahu karet berikut 6 dayung, 6 helm, 6 pelampung, 2 tali, 2 sepatu boot.